Rabu, 26 Juli 2023

🙏

 Ya Allah... 

andai ada hati yang memandangku dengan kebencian, maka lembutkanlah hatinya

andai ada hati yang terluka karena sikap dan lisan ku, maka sembuhkanlah sakitnya

andai ada hati yang ingin menyakiti ku, maka hindarkanlah dari ku


Ya Allah...

aku tak bisa mengobati dan menyenangkan hati siapapun

karena aku tau, hati ku dan hati mereka adalah milikMu, dan hanya Engkau yang mampu mengaturnya

Sabtu, 19 November 2022

Hi, Pengen curhat sedikit hehe

aku ngerasa ada satu momen romantis yang pernah kulakuin sekali dalem idup. aku pernah sayang bgt sm seseorang, aku gatau tp sayang bgt, tp aku uda kecewa banget sama dia, pernah bilang ke diri sendiri kalo benci bgt sm dia. but believe it or not aku ga pernah bener bener benci dia, ya mulut emg bilang benci tapi hatiku gapernah benci sm dia sampe hari ini, tapi momen ter romantisnya menurutku disini, aku uda ga nyentuh hidup dia lagi, uda ga nyapa dia lagi, uda ga lagi pengen tau kehidupan dia lagi, tapi nama dia masi ada dalam doa, aku masi sering banget kaya berdoa, ya Allah kangen banget sama dia, bisa ga si sampaiin, kadang malem malem bangun lagi sholat nama dia masuk lagi, ya Allah dia apakabar ya, kasih dia kesehatan, kasih umur panjang, kasi kemudahan dalam urusan, semoga keluarganya sakinah terus. aku gapernah berharap dia balik kaya dulu lagi, gaperna kepikiran kaya gitu, gapernah terlintas dalem pikiranku, tapi aku pengen aja gtu ngedoain, pengen dia seneng pengen dia bahagia, walaupun dia mungkin nanti udah punya orang baru, tp tetep aja aku pengen liat aja dia seneng.

kadang aku suka mikir, oh cinta itu gini ya, cinta tuh ga berisik, cinta itu ga banyak suaranya, cinta itu diem. misalkan kamu bener cinta sama orang, ternyata yauda cinta itu teriak nya di langit ga berisik sama sekali, ga melulu soal kangen, chat, ketemu, engga yaudah diem aja. berenti stalk in dia lagi, kalo kangen ngedoa, kaya yauda biarin aja cintanya ngalir, tentang kamu cukup jadi percakapan aku sama tuhan, yang mungkin tuhan juga ngetawain karna kadang setelah doa-doa panjang, di ujung aku bilang ya Allah maaf kalo harus ngebahas ini lagi. this feeling never go out from this heart, idk why but i fell happy when remember it.

Rabu, 21 Juli 2021

Hidup

    


   Hidup adalah serangkaian perjalanan, yang akan membawa kita dari satu titik menuju titik yang lainnya. Setiap titiknya selalu terhubung, membentuk garis kehidupan  Bermula dari kelahiran berujung pada kematian, di antaranya ada senyuman dan air mata.

    Terkadang, setiap titiknya bisa kita rasakan dengan jelas, bisa kita lewati dengan mudah, nyaman dan begitu membahagiakan, bahkan rasanya kita tak mau lagi beranjak dari posisi itu. Hanya saja, di lain waktu titik-titik itu menjadi buram, membuat kita seperti tak tahu sedang berpijak dimana, akan melangkag kemana, bingung, resah, takut, hampir menyerah.

    Beginilah kehidupan berjalan di antara kenyamanan, masa-masa sulit itu pasti akan datang, menerobos tanpa bertanya kita siap atau tidak. Tak hanya satu kali, bahkan bisa jadi terus berulang dalam berbagai bentuk yang mengguncangkan perasaan.

    Seperti impian, harapan, dan keinginan yang tak menemui kenyataan, serta yang paling menguras adalah ketika kita sampai pada kisah cinta yang harus mengalah pada takdir Sang Pemilik Semesta.

"Tak jodoh" ucap kita sambil menyeka air mata.

"Tuhan tidak adil" adalah kalimat yang mungkin paling sering kita utarakan, seperti kitalah manusia yang paling dirugikan didunia ini, seperti kita sendiri yang hidup dalam kesakitan ini. Lantas, beberapa pertanyaan melayang-layang dalam pikiran kita,

"Kenapa aku harus melalui semua ini?"

"Kapan semua ini akan berakhir?"

"Bagaimana caraku untuk bertahan?"

"Kemana sebenarnya tujuan hidupku harus aku arahkan?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana, yang jawabannya tak pernah sederhana. Rumit memang, tapi harus kita lewati, walau harus berdarah-darah, walau harus melalui ribuan duka.

Tiada guna meratap, karena meratap juga tidak pernah menyelesaikan masalah.

    Jadi, saat masa-masa itu datang, semoga kita tetap bisa berpikir jernih dan melihat segala sesuatunya tak hanya sebagai kesulitan yang membunuh. Hikmah-hikmah besar itu memang selalu tersembunyi dibalik serangkaian masalah, maka bertahanlah.

Allah tidak akan membiarkan kita berjuang sendiri apabila kita turut melibatkan Allah dalam perjuangan ini.

    Ingat selalu bahwa kita tidak sedang berada dikehidupan percobaan, yang jika kita gagal pada akhirnya nanti bisa kita ulang dari awal lagi, tidak begitu. Kehidupan hanya berjalan satu kali, inilah satu-satunya kesempatan yang harus kita manfaatkan, untuk akhir yang abadi , abadi dalam kebahagiaan atau abadi dalam kenestapaan. Penyesalan di dunia masih bisa kita perbaiki, tapi tidak dengan penyesalan di akhirat nanti.


- E -

Rabu, 09 Desember 2020

Aku sih santai...

 Di umur yang sekarang ini, rasanya sudah ada ditahap : Aku sih santai, ga ribet.

Kamu baik, aku juga baik.

Kamu mau berkawan ya ayo silahkan.

Kamu paham bagaimana memanusiakan manusia,

ya aku pasti akan seperti itu juga.

Tapi kalo kamu ribet dan banyak drama,

maaf banget maaf, kita cukup kenal aja.

Kamu ga salah, memang aku yang ga cocok sama lingkungannya.

Sayang waktu, sayang usia.

Udah males sama hal-hal yang ga guna.


@budaksajak

Senin, 07 Desember 2020

Semua akan lost contact pada waktunya


A Thread :

Kangen ga si, sama suasana beberapa tahun lalu?

Ketika kita masih kumpul sama orang-orang yang kayaknya ga bakalan pisah sampai kapanpun.

Kalau diinget-inget, dulu tuh temanku pada kayak orang yang lagi dipenjara. Kalo diajak apa pasti jawabnya "bebas bebas" mulu.

Ada juga yang kayak kembang api, kalo disuruh jawabnya "ntar ntar ntar".

Walaupun begitu, aku bersyukur punya teman kayak mereka.

Tapi semakin dewasa jadi semakin banyak yang diprioritaskan yah.

Yang dulu paling sering seru diajak seru-seruan, Sekarang jadi yang paling sulit diajak ketemuan.

Meskipun yang jauh belum tentu hilang, Tapi nyatanya semakin jauh akan semakin terasa asing.

Kita bukan kehilangan, Tapi beginilah proses kehidupan.

- Dari aku yang masih ingat kita yang dulu sangat dekat :)

@budaksajak

Kamis, 26 Maret 2020

AYAH

Segelas keringat seorang laki-laki pulang kerja
Dengan kusut mukanya
Dan lusuh pakaiannya
Yang duduk diseberang perempatan toko pecah belah

Berangkat pagi, pulang sore
Demi sepiring hati anak istrinya
Tanggung jawab tak segan ia pikul
Rasa lelah pun ia tak peduli

Hanya bermodal setangkai keberanian
Kau lupa remuk badanmu
Hingga tunggal tulang dan hati

Lautan kau kuras
Daratan kau pangkas
Untuk cinta besar satu-satunya

Malam berselimut hujan
Siang berpayung terik
Sore bertendakan susah

Jika aku bisa melawan penguasa haram 
Yang memakan sebutir nafkahmu
Aku akan mengantarmu menuju luasnya langit
Dan sempitnya otak pemimpin

Harimu terasa hitam
Meski kau selipkan putih diantaranya
Agar kami makan hari ini, Ayah

🙏

 Ya Allah...  andai ada hati yang memandangku dengan kebencian, maka lembutkanlah hatinya andai ada hati yang terluka karena sikap dan lisan...