Kamis, 26 Maret 2020

AYAH

Segelas keringat seorang laki-laki pulang kerja
Dengan kusut mukanya
Dan lusuh pakaiannya
Yang duduk diseberang perempatan toko pecah belah

Berangkat pagi, pulang sore
Demi sepiring hati anak istrinya
Tanggung jawab tak segan ia pikul
Rasa lelah pun ia tak peduli

Hanya bermodal setangkai keberanian
Kau lupa remuk badanmu
Hingga tunggal tulang dan hati

Lautan kau kuras
Daratan kau pangkas
Untuk cinta besar satu-satunya

Malam berselimut hujan
Siang berpayung terik
Sore bertendakan susah

Jika aku bisa melawan penguasa haram 
Yang memakan sebutir nafkahmu
Aku akan mengantarmu menuju luasnya langit
Dan sempitnya otak pemimpin

Harimu terasa hitam
Meski kau selipkan putih diantaranya
Agar kami makan hari ini, Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🙏

 Ya Allah...  andai ada hati yang memandangku dengan kebencian, maka lembutkanlah hatinya andai ada hati yang terluka karena sikap dan lisan...