Rabu, 21 Juli 2021

Hidup

    


   Hidup adalah serangkaian perjalanan, yang akan membawa kita dari satu titik menuju titik yang lainnya. Setiap titiknya selalu terhubung, membentuk garis kehidupan  Bermula dari kelahiran berujung pada kematian, di antaranya ada senyuman dan air mata.

    Terkadang, setiap titiknya bisa kita rasakan dengan jelas, bisa kita lewati dengan mudah, nyaman dan begitu membahagiakan, bahkan rasanya kita tak mau lagi beranjak dari posisi itu. Hanya saja, di lain waktu titik-titik itu menjadi buram, membuat kita seperti tak tahu sedang berpijak dimana, akan melangkag kemana, bingung, resah, takut, hampir menyerah.

    Beginilah kehidupan berjalan di antara kenyamanan, masa-masa sulit itu pasti akan datang, menerobos tanpa bertanya kita siap atau tidak. Tak hanya satu kali, bahkan bisa jadi terus berulang dalam berbagai bentuk yang mengguncangkan perasaan.

    Seperti impian, harapan, dan keinginan yang tak menemui kenyataan, serta yang paling menguras adalah ketika kita sampai pada kisah cinta yang harus mengalah pada takdir Sang Pemilik Semesta.

"Tak jodoh" ucap kita sambil menyeka air mata.

"Tuhan tidak adil" adalah kalimat yang mungkin paling sering kita utarakan, seperti kitalah manusia yang paling dirugikan didunia ini, seperti kita sendiri yang hidup dalam kesakitan ini. Lantas, beberapa pertanyaan melayang-layang dalam pikiran kita,

"Kenapa aku harus melalui semua ini?"

"Kapan semua ini akan berakhir?"

"Bagaimana caraku untuk bertahan?"

"Kemana sebenarnya tujuan hidupku harus aku arahkan?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana, yang jawabannya tak pernah sederhana. Rumit memang, tapi harus kita lewati, walau harus berdarah-darah, walau harus melalui ribuan duka.

Tiada guna meratap, karena meratap juga tidak pernah menyelesaikan masalah.

    Jadi, saat masa-masa itu datang, semoga kita tetap bisa berpikir jernih dan melihat segala sesuatunya tak hanya sebagai kesulitan yang membunuh. Hikmah-hikmah besar itu memang selalu tersembunyi dibalik serangkaian masalah, maka bertahanlah.

Allah tidak akan membiarkan kita berjuang sendiri apabila kita turut melibatkan Allah dalam perjuangan ini.

    Ingat selalu bahwa kita tidak sedang berada dikehidupan percobaan, yang jika kita gagal pada akhirnya nanti bisa kita ulang dari awal lagi, tidak begitu. Kehidupan hanya berjalan satu kali, inilah satu-satunya kesempatan yang harus kita manfaatkan, untuk akhir yang abadi , abadi dalam kebahagiaan atau abadi dalam kenestapaan. Penyesalan di dunia masih bisa kita perbaiki, tapi tidak dengan penyesalan di akhirat nanti.


- E -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🙏

 Ya Allah...  andai ada hati yang memandangku dengan kebencian, maka lembutkanlah hatinya andai ada hati yang terluka karena sikap dan lisan...